164 lines
16 KiB
JavaScript
164 lines
16 KiB
JavaScript
/* Cerita Arcade (RENCANA 3.5 dan 3.6): window.STORY. Dibaca story.js (kartu cerita) dan meta.js (alur Arcade).
|
|
Pedoman isi: lucu dan ringan, plesetan citra publik yang sudah jadi bahan lelucon umum. Tanpa tuduhan fakta atau skandal nyata,
|
|
tanpa unsur agama, tanpa merendahkan pribadi atau keluarga. Gufron hanya meme ringan (semut dan 'syududu').
|
|
Bentuk (kunci = id karakter pemain):
|
|
- intro[id] 2 sampai 3 kalimat sebelum lawan pertama; title.intro[id] = judul kartu (opsional).
|
|
- between[A][B] 1 sampai 2 kalimat singkat saat pemain A menuju lawan B (boleh diganti fungsi (A, B, urutan, jumlah) => teks); dibaca dalam sekitar 4 detik.
|
|
- ending[id] 3 kalimat penutup; boss.end menambah satu kalimat sesuai hasil lawan Bayangan; title.ending[id] = judul kartu (opsional).
|
|
- boss bos rahasia BAYANGAN (salinan gelap karakter pemain): lead = pembuka bersama, intro[id] = pembuka khas karakter, vs[id] = ucapan di layar VS,
|
|
win[id] = ucapan Bayangan saat kalah, lose[id] = ucapan Bayangan saat menang, end.win[id] / end.lose[id] = kalimat tambahan akhir cerita, title = gelar.
|
|
- generic cadangan bila sebuah karakter belum punya data (mis. karakter baru). Penampung teks: {name} nama pemain, {rival} nama lawan, {n} jumlah lawan (kata). */
|
|
window.STORY = {
|
|
intro: {
|
|
browo: ['Arena Konoha pagi ini ramai, dan Bro Wo mengira ini hanya safari kecil.', 'Topinya sudah rapi, sepatu botnya sudah kencang, dan di dalam tas ada sebibit pohon sawit untuk jaga-jaga.', 'Di balik gerbang, {n} lawan menunggu; Bro Wo menggoyang pinggul sekali, lalu melangkah masuk.'],
|
|
gufron: ['Gufron berjongkok di pinggir arena, berbisik pada barisan semut yang lewat.', 'Kata semut-semut itu: lawannya banyak, remahnya sedikit, tetapi koloni tidak pernah takut.', 'Gufron mengangguk, berdiri, lalu berbisik pada seluruh koloni: "Syududu."'],
|
|
soloman: ['Solo Man tiba di Arena Konoha dengan cara paling sederhana: jalan kaki, sarung disampirkan, senyum tipis.', 'Konvoi Esemka-nya menunggu di parkiran, mesinnya sudah dipanasi untuk jaga-jaga.', 'Ia mengangguk ke panitia, lalu blusukan ke arena pertama.'],
|
|
anice: ['A Nice naik ke mimbar arena dan merapikan kertas yang sama sekali tidak ia butuhkan.', 'Pidatonya sudah disusun dalam tiga bagian: pembuka, isi, dan satu pukulan sebagai penutup.', 'Ia berdeham, {n} lawan menunggu, dan turnamen pun dimulai tepat di akhir kalimat pertama.'],
|
|
ethanolman: ['Ethanol Man datang serba putih, tangki penuh, dengan tawa yang sudah terdengar dari parkiran.', 'Semuanya sudah ia hitung di kepala, kecuali bagian ketika angka-angkanya berubah.', '"Hahaha!" katanya. Turnamen ini akan jadi swasembada tawa.'],
|
|
sonofsolo: ['Son of Solo Man masuk arena dengan tatapan setenang kolam dan sebuah labu kecil di tangan.', 'Katanya isinya bukan air mineral, dan panitia memilih tidak bertanya lebih jauh.', 'Ia punya satu pertanyaan untuk setiap lawan, dan semuanya pertanyaan jebakan.'],
|
|
megachan: ['Mega Chan melangkah ke tengah arena berblus merah, kepalan terangkat, orasinya sudah dilatih sejak pagi buta.', 'Di belakangnya, sekawanan banteng menunggu aba-aba sambil menggaruk tanah.', '"Siapa mau duluan?" tanyanya, dan {n} lawan mendadak sibuk memeriksa sepatu.']
|
|
},
|
|
title: {
|
|
intro: { browo: 'SAFARI DIMULAI', gufron: 'BARISAN SEMUT', soloman: 'JALAN SEDERHANA', anice: 'PIDATO PEMBUKA', ethanolman: 'TANGKI PENUH', sonofsolo: 'PERTANYAAN JEBAKAN', megachan: 'KEPALAN MERAH' },
|
|
ending: { browo: 'JOGET TERAKHIR', gufron: 'PESTA REMAH', soloman: 'KONVOI PULANG', anice: 'PIDATO PENUTUP', ethanolman: 'SWASEMBADA TAWA', sonofsolo: 'PERTANYAAN BARU', megachan: 'MERAH MENYALA' }
|
|
},
|
|
between: {
|
|
browo: {
|
|
gufron: 'Di gerbang berikutnya, semut-semut Gufron sudah berbaris rapi. Bro Wo memutuskan berjoget dulu supaya mereka tidak gugup.',
|
|
soloman: 'Solo Man menunggu dengan sarung rapi dan Esemka yang sudah dipanasi. Bro Wo menyapa dengan joget, dibalas anggukan sederhana.',
|
|
anice: 'A Nice sudah di mimbar, membuka pidato tiga bagian. Bro Wo membalas dengan satu joget, dan skornya langsung imbang.',
|
|
ethanolman: 'Ethanol Man tertawa dari kejauhan, tangkinya penuh. Bro Wo ikut tertawa, walau belum tahu apa yang lucu.',
|
|
sonofsolo: 'Son of Solo Man menatap tenang sambil memutar labu kecil. Bro Wo bertanya apa isinya, dan hanya dijawab senyum tipis.',
|
|
megachan: 'Bro Wo menghitung pohon sawitnya, Mega Chan menghitung bantengnya. Keduanya pura-pura tidak khawatir.'
|
|
},
|
|
gufron: {
|
|
browo: 'Bro Wo berjoget di tengah arena. Semut-semut ikut mengangguk mengikuti irama; kata mereka, jogetnya lumayan.',
|
|
soloman: 'Solo Man datang dengan sarung dan senyum tenang. Semut-semut Gufron langsung membuat barisan konvoi mini.',
|
|
anice: 'A Nice berpidato panjang dari mimbar. Semut-semut Gufron mencatatnya sampai remah terakhir.',
|
|
ethanolman: 'Ethanol Man tertawa keras dan tangkinya bergemericik. Semut-semut mundur selangkah: bau etanol bukan bau remah.',
|
|
sonofsolo: 'Son of Solo Man menatap tenang dengan labu di tangan. Gufron berbisik pada semutnya: jangan minum apa pun dari situ.',
|
|
megachan: 'Mega Chan melepas banteng-bantengnya. Semut-semut Gufron berbaris di pinggir, penonton paling sopan hari ini.'
|
|
},
|
|
soloman: {
|
|
browo: 'Bro Wo bergoyang di depan pohon sawitnya. Solo Man hanya mengangguk, sederhana saja: kita lihat nanti.',
|
|
gufron: 'Gufron berjongkok bicara pada semut. Solo Man ikut berjongkok sebentar, blusukan sampai ke tingkat remah.',
|
|
anice: 'A Nice sudah siap dengan pidato tiga bagian. Solo Man menjawab sederhana: "Silakan, saya dengarkan sambil jalan."',
|
|
ethanolman: 'Ethanol Man tertawa dengan tangki penuh. Solo Man menengok Esemka-nya: bahan bakarnya cukup untuk satu konvoi.',
|
|
sonofsolo: 'Son of Solo Man menatap tenang sambil menggoyang labu. Solo Man mengibas sarung dan menjawab: "Tanya satu-satu saja."',
|
|
megachan: 'Mega Chan berdiri dengan kepalan terangkat dan banteng di belakangnya. Solo Man menyalakan Esemka, sekadar jaga-jaga.'
|
|
},
|
|
anice: {
|
|
browo: 'Bro Wo menyambut dengan joget. A Nice mencatat: gerakannya tiga bagian, yaitu pembuka, isi, dan goyang penutup.',
|
|
gufron: 'Gufron berbisik pada semut-semutnya. A Nice menunggu dengan sabar; ia sudah menyiapkan narasi tentang remah.',
|
|
soloman: 'Solo Man hanya tersenyum sederhana. A Nice sempat bingung: pidatonya tiga bagian, lawannya cuma satu kalimat.',
|
|
ethanolman: 'Tawa Ethanol Man menenggelamkan mikrofon. A Nice mengulang paragraf pertama dengan sabar, sekali lagi.',
|
|
sonofsolo: 'Son of Solo Man bertanya dengan tatapan tenang. A Nice menjawab dengan tiga paragraf, dan ia belum selesai.',
|
|
megachan: 'Mega Chan membuka dengan orasi lantang. A Nice menegakkan mimbarnya: dua pidato, satu arena, satu pemenang.'
|
|
},
|
|
ethanolman: {
|
|
browo: 'Bro Wo bergoyang di antara pohon sawitnya. Ethanol Man tertawa: "Hahaha, sesama bahan bakar masa depan!"',
|
|
gufron: 'Semut-semut Gufron berbaris mengelilingi tangki. Ethanol Man tertawa: "Hahaha, itu bukan gula!"',
|
|
soloman: 'Solo Man datang naik Esemka. Ethanol Man tertawa dan langsung menawarkan bahan bakar hijau.',
|
|
anice: 'A Nice berpidato dari mimbar. Ethanol Man tertawa di barisan depan, tepat di bagian yang tidak lucu.',
|
|
sonofsolo: 'Dua ahli cairan saling menatap: labu melawan tangki. Ethanol Man tertawa duluan, sekadar memecah suasana.',
|
|
megachan: 'Mega Chan melepas banteng-bantengnya. Ethanol Man tertawa, tangkinya penuh, dan semangatnya lebih penuh lagi.'
|
|
},
|
|
sonofsolo: {
|
|
browo: 'Bro Wo berjoget gemoy di depan arena. Son of Solo Man memandangnya tenang dan hanya bertanya: "Itu sawit asli?"',
|
|
gufron: 'Gufron berbisik pada semut. Son of Solo Man mengangkat tangan: "Boleh tanya, ada yang mau menjawab soal jebakan?"',
|
|
soloman: 'Solo Man mengibas sarung dengan sederhana. Son of Solo Man memutar labu; tatapannya tenang, pertanyaannya belum keluar.',
|
|
anice: 'A Nice menyusun pidato tiga bagian. Son of Solo Man hanya mengangkat tangan: "Boleh bertanya di sela-sela?"',
|
|
ethanolman: 'Ethanol Man tertawa sambil menimang tangki. Son of Solo Man tetap tenang dan memeriksa labunya sekali lagi.',
|
|
megachan: 'Mega Chan mengangkat kepalan dan memanggil banteng. Son of Solo Man bertanya, tenang: "Merah itu warna apa?"'
|
|
},
|
|
megachan: {
|
|
browo: 'Bro Wo berjoget di tengah arena. Mega Chan menaikkan kepalan: joget boleh, tapi banteng tetap lewat.',
|
|
gufron: 'Semut-semut Gufron berbaris rapi. Banteng Mega Chan melangkah hati-hati; jangan sampai ada yang terinjak.',
|
|
soloman: 'Solo Man datang dengan sarung dan konvoi Esemka. Mega Chan mengangkat kepalan: satu arena, dua rombongan.',
|
|
anice: 'A Nice sudah di mimbar dengan pidato tiga bagian. Mega Chan membalas dengan orasi lantang: dua mimbar sekaligus.',
|
|
ethanolman: 'Ethanol Man tertawa dengan tangki penuh. Mega Chan hanya mengangkat alis: banteng tidak takut pada tangki.',
|
|
sonofsolo: 'Son of Solo Man menatap tenang dengan labu di tangan. Mega Chan balas menatap: tatapan banteng lebih dalam.'
|
|
}
|
|
},
|
|
ending: {
|
|
browo: ['Debu arena mengendap, dan Bro Wo berdiri di tengahnya dengan topi yang masih rapi.', 'Panitia menyodorkan piala, tetapi ia menukarnya dengan satu joget panjang, dan seluruh arena ikut bergoyang.', 'Bibit pohon sawit dari tasnya tertanam persis di titik kemenangan, dan konon masih tumbuh sampai sekarang.'],
|
|
gufron: ['Arena sepi, tetapi tanah di bawah kaki Gufron bergerak pelan: ribuan semut pulang berbaris sambil membawa remah kemenangan.', 'Gufron berjongkok dan berterima kasih dalam bahasa semut, yang terdengar persis seperti "syududu".', 'Panitia hendak menyerahkan piala, tetapi semut-semut sudah mengangkatnya lebih dulu ke sarang.'],
|
|
soloman: ['Arena kembali tenang, dan Solo Man berjalan keluar dengan cara paling sederhana: sarung dikibas, senyum tipis.', 'Konvoi Esemka menunggu di gerbang, mesinnya masih hangat sejak pagi.', 'Ditanya soal kemenangannya, ia hanya menjawab, "Kerja, kerja, kerja. Sudah, itu saja."'],
|
|
anice: ['Tepuk tangan memenuhi arena, dan A Nice naik ke mimbar untuk pidato kemenangan yang sudah ia siapkan sejak awal.', 'Pidatonya tiga bagian: pembuka, isi, dan penutup yang kali ini berupa satu pukulan.', 'Penonton bertepuk tangan, dan sebagian masih menunggu paragraf keempat.'],
|
|
ethanolman: ['Tangki Ethanol Man masih penuh, dan tawanya masih lebih keras daripada sorak penonton.', 'Panitia menyerahkan hadiah berupa satu drum bioetanol, yang langsung ia sebut "swasembada tawa".', '"Hahaha! Hari ini arena, besok seluruh jalan raya!"'],
|
|
sonofsolo: ['Arena senyap. Son of Solo Man menatap tenang ke atas dan mengangkat labunya, yang kini sudah kosong.', 'Ia tidak merayakan apa-apa, hanya mencatat satu pertanyaan baru di buku kecilnya.', 'Pertanyaannya: kenapa semua orang di arena mendadak mundur tiga langkah?'],
|
|
megachan: ['Sorak merah memenuhi arena, dan Mega Chan mengangkat kepalannya ke langit.', 'Banteng-banteng mengangguk bangga, lalu pulang dengan langkah yang sangat teratur.', 'Orasi kemenangannya cuma satu kalimat, yang katanya sengaja dipendekkan: "Merah tidak pernah padam!"']
|
|
},
|
|
boss: {
|
|
title: 'PENAKLUK BAYANGAN',
|
|
lead: ['Lampu arena meredup, dan bulan terbit di atas Moonrise Bastion.'],
|
|
intro: {
|
|
browo: ['Dari bayangan pohon sawit di sudut, muncul sosok bertopi yang menirukan joget Bro Wo, hanya saja jauh lebih gelap.', 'Bro Wo membetulkan topinya: "Wah, ada yang meniru."'],
|
|
gufron: ['Semut-semut mendadak berhenti berbaris, sebab di ujung arena ada sosok gelap yang berjongkok dan membisiki semutnya dengan bisikan yang sama persis.', 'Gufron menoleh pelan: "Syududu...?"'],
|
|
soloman: ['Konvoi Esemka tiba-tiba mogok serentak, lalu dari balik asap knalpot muncul sosok bersarung yang tersenyum sederhana, dengan bayangan lebih panjang daripada orangnya.', 'Solo Man mengangguk: "Kita bicarakan sambil jalan."'],
|
|
anice: ['Mimbar arena berderit sendiri, dan seseorang di baliknya mulai berpidato dengan kalimat yang persis sama: tiga bagian, lengkap dengan jeda.', 'A Nice menaikkan alis: "Izin, itu naskah saya."'],
|
|
ethanolman: ['Tawa Ethanol Man menggema dua kali: satu dari dirinya, satu dari kegelapan, tempat berdiri sosok serba hitam dengan tangki menyala ungu.', 'Untuk pertama kalinya hari ini, Ethanol Man berhenti tertawa.'],
|
|
sonofsolo: ['Labu di tangan Son of Solo Man bergetar pelan, sebab di seberang arena ada tatapan yang sama tenangnya dengan labu yang sama persis, hanya saja berwarna ungu.', '"Pertanyaannya," gumamnya, "siapa yang bertanya pada siapa?"'],
|
|
megachan: ['Banteng-banteng mendadak berhenti dan menunduk, sebab di tengah arena ada sosok berblus gelap yang mengangkat kepalan yang sama persis.', 'Mega Chan menaikkan kepalannya: "Satu panggung, dua orasi? Tidak bisa."']
|
|
},
|
|
vs: {
|
|
browo: 'Jogetmu bagus. Jogetku lebih gelap.',
|
|
gufron: 'Semutku juga bisa berbisik. Syududu.',
|
|
soloman: 'Sederhana saja: kamu melawan dirimu sendiri.',
|
|
anice: 'Pidatomu kupinjam. Pukulan penutupnya kubuat sendiri.',
|
|
ethanolman: 'Tangkiku juga penuh. Tawanya saja yang lebih gelap.',
|
|
sonofsolo: 'Labuku berisi pertanyaan yang tak berani kamu jawab.',
|
|
megachan: 'Banteng hitam tidak mengenal kata mundur.'
|
|
},
|
|
win: {
|
|
browo: 'Jogetmu... tetap lebih terang.',
|
|
gufron: 'Semutmu menang. Remahnya dibagi dua, ya.',
|
|
soloman: 'Ternyata kamu memang sederhana. Hebat.',
|
|
anice: 'Naskahmu... lebih rapi daripada punyaku.',
|
|
ethanolman: 'Hahaha... ternyata yang asli lebih kencang.',
|
|
sonofsolo: 'Satu pertanyaan lagi... siapa yang tadi bertanya?',
|
|
megachan: 'Banteng hitam pun pulang. Merah menang.'
|
|
},
|
|
lose: {
|
|
browo: 'Bayangan juga bisa berjoget, lho.',
|
|
gufron: 'Semutmu salah barisan. Syududu.',
|
|
soloman: 'Kita evaluasi... lain kali, ya.',
|
|
anice: 'Narasi selesai. Titik.',
|
|
ethanolman: 'Hahaha! Tangki hitam menang!',
|
|
sonofsolo: 'Pertanyaan terjawab. Kamu kalah.',
|
|
megachan: 'Banteng hitam tidak pernah salah arah.'
|
|
},
|
|
end: {
|
|
win: {
|
|
browo: 'Di bawah bulan, bayangan ungu itu menghilang sambil, konon, ikut berjoget.',
|
|
gufron: 'Sosok gelap itu memudar, meninggalkan satu semut ungu yang melambai pelan.',
|
|
soloman: 'Bayangannya sendiri akhirnya ikut pulang, memanjang di belakang konvoi.',
|
|
anice: 'Naskah milik bayangan itu jatuh ke lantai, dan ternyata hanya judulnya yang sudah ditulis.',
|
|
ethanolman: 'Bayangan itu tertawa sekali lagi, kali ini persis seperti tawa Ethanol Man, lalu lenyap.',
|
|
sonofsolo: 'Bayangan itu lenyap bersama labu ungunya; satu pertanyaan masih menggantung: siapa yang tadi bertanya?',
|
|
megachan: 'Banteng hitam menunduk hormat dan menghilang ke dalam bayangan bulan.'
|
|
},
|
|
lose: {
|
|
browo: 'Bayangan ungu itu masih berdiri di sudut arena, menggoyang pinggul dengan irama yang sama.',
|
|
gufron: 'Sosok gelap itu masih berjongkok di sudut, membisiki semutnya; mungkin sedang merencanakan pertandingan ulang.',
|
|
soloman: 'Bayangannya masih tersenyum sederhana di sudut arena; "kita evaluasi besok," kata Solo Man.',
|
|
anice: 'Bayangannya menutup pidato dengan kalimat yang sama persis; soal hak ciptanya, kata A Nice, dibahas lain waktu.',
|
|
ethanolman: 'Tawa gelap itu masih terdengar dari pojok arena, dan Ethanol Man membalasnya, tetapi lebih pelan.',
|
|
sonofsolo: 'Bayangan itu mengangkat labu ungunya dan mengajukan pertanyaan yang sama; kali ini tak seorang pun menjawab.',
|
|
megachan: 'Banteng hitam itu masih menunggu di tepi arena, dan banteng merah mengangguk: sampai jumpa lagi.'
|
|
}
|
|
}
|
|
},
|
|
generic: {
|
|
intro: ['{name} tiba di Arena Konoha dengan satu tujuan: mengalahkan semua lawan.', 'Di balik gerbang, {n} petarung sudah menunggu, dan jalan masih panjang.'],
|
|
between: ['{name} melangkah ke arena berikutnya. {rival} sudah menunggu di sana.', '{rival} melambai dari seberang arena. {name} membalas dengan anggukan.'],
|
|
ending: ['Debu arena mengendap, dan {name} berdiri paling akhir.', 'Turnamen Konoha tamat, setidaknya sampai pertandingan ulang berikutnya.', 'Panitia sibuk mencari piala yang tadi entah ke mana.'],
|
|
bossIntro: ['Dari bayangan, muncul sosok yang bergerak persis seperti {name}.', 'Kali ini lawannya adalah dirinya sendiri.'],
|
|
bossVs: ['Kamu melawan dirimu sendiri.'],
|
|
bossWin: ['Kamu... lebih kuat daripada aku.'],
|
|
bossLose: ['Bayangan tidak pernah kalah oleh cahaya yang redup.'],
|
|
bossEndWin: ['Bayangan itu memudar bersama bulan, dan arena kembali terang.'],
|
|
bossEndLose: ['Bayangan itu masih menunggu di sudut arena, siap untuk pertandingan ulang.']
|
|
}
|
|
};
|